Hampa dan kosong
yang tiada mengerti
Aku berkeliling
berputar-putar
menangisi duka
mencari makna
aku bisa sepuas hati
mengukir sejuta mimpi
tanpa batas di malam sepi
sadarku sudahlah panjang
mimpi-mimpiku kosong dan usang
hidupku penuh dengan hutang
mana mungkin dipandang orang..
jikalau mendengar kata gila....
apa yang terserukan di kepala tak berbentuk mu?
kepalamu lalu membentuk oval,segitiga,jajaran genjang
memikirkan kata Gila
kuganti saja kata Gila tadi,bagaimana?
wahai Orang gilai,,
wahai jiwa yang gila,,
Gilakah??
atau setengh gila??
bagaimana kalau gila saja??
"jadi orang gila?"
ya, aku ingin jadi orang gila
biar banyak orang mengira
aku sudah menguasai kata
padahal rupa warna saja
aku tak punya
kalau sudah jadi gila
aku bebas seenaknya
mau apa saja
Bodoh sungguh bodoh...
Ku merayap raba dalam gelap
Bgaimana dengan cinta !,
katanya ..
aku tak inginkan nafsu
hanya kesal,
katanya ..
sehingga dosa ditumpahkan kepadaku
hanya muak,
katanya ..
sehingga kalimat murka datang dihadapanku
ha...ha....
Persetan dengan semua puisimu!"
Kau hanya seperti seorang gila, berpuisi bak seorang Pujangga saja. "
hahahaaaaa....yang gila siapakah?
Atau mungkin aku harus siap
untuk berjalan dan mecari
arti 'bumi sedepa' dan tetesan 'hujan nirwana'
sehingga aku dapat tunduk dan sujud
dengan telanjang badan?
Ataukah mungkin aku harus terus
berlari diantara tajamnya duri dan bebatuan
yang selalu merobek kulit kakiku
agar dapat mengerti apakah itu semua?
Oh langit. ...
nanti pasti ada sebuah jawaban
yang aku inginkan darimu
dan kau sembunyikan selain aku
Sssttss....ini rahasia,
jangan bilang siapa-siapa yah!
Khusus buat orang gila aja....